5 Cara Ampuh dan Efektif Untuk Mengatasi Anak Tantrum
Lima cara ini dinilai sangat ampuh dan efektif dalam mengatasi anak tantrum. Salah satunya adalah mengabaikan dan meninggalkan anak sejenak ketika dirinya marah.
![]() |
| 5 Cara Ampuh dan Efektif Untuk Mengatasi Anak Tantrum |
Tantrum merupakan istilah yang kita gunakan untuk
mendeskripsikan perilaku marah-marah atau mengamuk pada anak dalam meluapkan
emosinya. Contoh Tantrum, seperti menangis kencang, berbicara kencang, melempar
barang yang ada di sekitarnya, hingga berguling di lantai.
Pada masa pertumbuhan anak kususnya di bawah lima
tahun, tantrum dianggap wajar-wajar saja.
Beberapa penyebab tantrum adalah, seorang anak
sedang lelah, lapar, merasa tidak nyaman, atau karena keinginannya yang tidak
ditanggapi oleh orang lain.
Umumnya, orang tua sering kali panik ketika
anaknya tantrum terlebih lagi berada di tempat umum. Buat kalian para orang
tua, mulai sekarang tidak perlu kawatir karena ada cara-cara yang ampuh untuk
mengatasi anak yang tantrum.
![]() |
| 5 Cara Ampuh dan Efektif Untuk Mengatasi Anak Tantrum |
Berikut ini adalah
beberapa alternatif cara mengatasi anak yang tantrum, simak ya.
1. Abaikan Anak
Cara ini dapat orang tua lakukan untuk mengatasi
anak yang tantrum, dengan cara mengabaikan anak pada kondisi tantrum maka
seorang anak akan berhenti berperilaku tantrum.
Kenapa seorang ibu perlu mengabaikan anak ketika anak
sedang tantrum? Karena dengan mengabaikan atau berhenti memberikan perhatian maka
kemarahan anak akan menurun, dan sebaliknya apabila seorang anak mendapatkan
perhatian ia akan semakin menjadi kemarahannya.
![]() |
| 5 Cara Ampuh dan Efektif Untuk Mengatasi Anak Tantrum |
Catatan:
Tindakan mengabaikan ini bisa dilakukan dengan
pertimbangan beberapa hal, misalkan anak tidak berada dalam situasi yang
membahayakan dirinya.
Pastikan untuk mendiamkan dan meninggalkan anak
sejenak dan datangi kembali beberapa waktu kemudian.
Cara ini tidak bijak kalian terapkan apabila di
tempat umum, misalkan pasar tradisional, pasar modern, hutan dan lain
sebagainya.
2. Mengatasi Perilaku
Agresifnya
Poin yang ke dua adalah mengatasi perilaku agresif
seorang anak ketika sedang marah. Pada umumnya anak yang sedang tantrum dapat
melakukan beberapa hal yang agresif. Contohnya seperti memukul, membanting atau
melempar barang, hingga menendang sesuatu.
Apabila hal itu
terjadi, maka seorang ibu perlu mengatasi perilaku agresifnya dengan segera. Cara
mengatasi perilaku agresif anak adalah dengan tuturan, atau katakan saja
nasihat bahwa menyakiti orang lain, merusak barang, dan berteriak-teriak itu
merupakan tindakan yang tidak bagus.
Catattan:
Ketika memberitahu
anak pastikan menggunakan yang bisa dipahami anak dan dengan intonasi yang
bijak, agar tidak menimbulkan kesan buruk pada anak kalian. Selain hal itu menggunakan
tindakan atau kata-kata keras yang menyakitkan tidak akan efektif dalam
mengatasi tantrum, justru malah dapat menimbulkan trauma psikologis pada anak
anda.
3. Biarkan Anak Marah
Membiarkan anak marah
merupakan alternatif yang bisa kalian gunakan untuk mengatasi anak yang
tantrum.
Sesungguhnya, anak yang tantrum hanya perlu
melampiaskan amarahnya saja. Maka dari itu, biarkan anak untuk marah ketika
dirinya tantrum, selama tidak melakukan hal berbahaya bagi dirinya. Artinya
orang tua harus paham kadar kemarahan yang seperti apa yang bisa dibiarkan
marah begitu saja.
Cara ini diyakini dapat membantu anak-anak untuk
belajar melampiaskan amarah dengan cara yang tidak merusak. Pada dasarnya poin
ini memiliki tujuan yang bagus untuk masa depan anak, di mana ketika dirinya
sudah beranjak besar, anak diharapkan mampu mengendalikan dirinya dengan baik
tanpa harus adu mulut dengan orangtuanya.
4. Orangtua Menahan
Diri untuk Berteriak
Orang tua perlu mengingat bahwa seorang anak
merupakan cerminan dari kedua orangtuanya. Apabila seorang ibu berteriak ketika
anak sedang tantrum, maka anak biasanya akan ikut teriak untuk menyamai volume
suara ibu.
Ketika orang tua menahan diri untuk berteriak maka
yang terjadi pada anak adalah menyesuaiakan volume komunikasi denga
orangtuanya. Hal itu disebut sebagai penyetaraan komunikasi dari segi volume.
5. Bantu Anak
Melakukan Hal yang Ia Tak Bisa Lakukan
Perlu kita ketahui bersama bahwa tantrum dapat disebabkan
oleh hal yang sederhana, misalnya ketika seorang anak ingin mengenakan sepatu, tetapi
tidak bisa melakukannya. Apabila hal ini menjadi penyebabnya, maka seorang ibu
bisa menanyakan dengan lembut mengapa dirinya marah, dan membantu hal yang
tidak dapat ia lakukan.
Temukan Artikel yang Kalian Butuhkan di Sini @ www.vvyou.com





